Minggu, 14 Juni 2009

SEKILAS TENTANG MINYAK PELUMAS

SEKILAS TENTANG MINYAK PELUMAS

Pelumas dapat didefinisikan sebagai suatu zat yang berada atau 
disisipan diantara dua permukaan yang bergerak secara relatif agar 
dapat mengurangi gesekan antar permukaan tersebut. Tidak diketahui 
dengan pasti kapan Pelumas mulai digunakan, namun bermacam bentuk 
bearing telah ditemukan di Timur Tengah beberapa ribu tahun sebelum 
masehi. Konsep pelumas sudah mulai sejak itu walaupun hanya menggunakan 
air. Pelumas modern pada saat ini sudah sangat khusus dan kompleks. 
Minyak dasar dari minyak bumi secara konvensional sudah tidak dapat 
lagi memenuhi kebutuhan peralatan-peralatan modern, khususnya untuk 
pemakaian pada temperature tinggi, serta penambahan bahan sintetis atau 
bahan dasar minyak bumi yang sudah diproses sekarang ini sudah cukup 
banyak digunakan pada kendaraan penumpang. Di waktu yang akan datang, 
kebanyakan minyak dasar harus digunakan hampir secara keseluruhan 
dengan minyak dasar sintetis atau minyak dasar dari minyak bumi dengan 
cara pemrosesan baru. 
Fungsi Minyak Pelumas. 
Fungsi-fungsi dasar pelumas tentu saja adalah mengurangi gesekan 
dan mencegah wear. Dalam realitanya, pelumas harus juga dapat memenuhi 
faktor lainnya yang juga vital dalam pengoperasian peralatan. 
Mercedes-Benz sebagai manufaktur otomobil dan engine telah membuat 
list, lebih dari 40 sifat-sifat yang diperlukan agar dapat memenuhi 
persyaratan sebagai engine oil. Minyak pelumas yang khusus seperti 
minyak hidrolik dan minyak transmisi juga mempunyai persyaratan lainnya 
yang harus dipertimbangkan, sedangkan produk padatan atau semi-padatan 
seperti gemuk juga mempunyai persyaratan khusus dan diukur dengan cara 
yang lain pula. Sifat-sifat pelumas yang diharapkan yaitu dapat 
menimbulkan aspek positif (seperti mencegah wear dll.) sedangkan sifat 
yang tidak diharapkan yaitu menimbulkan aspek negatif (seperti minyak 
menyebabkan bagian-bagian engine terkorosi dll.). Sifat-sifat positif 
pelumas secara praktis untuk pelumasan kendaraan adalah sebagai 
berikut: 
Mengurangi gesekan - Dengan mengurangi gesekan berarti akan mengurangi 
juga energy dan juga mengurangi pemanasan lokal. 
Mengurangi wear - Adalah suatu kebutuhan menjaga peralatan agar tetap 
bisa beroperasi untuk periode yang lama dan bekerja secara efisien. 
Pendingin - Di dalam engine, pelumas juga berfungsi sebagai zat penukar 
panas antara bagian-bagian yang terpanasi akibat pembakaran (misal: 
piston) dan sistem pelepas panas (misal: jacket pendingin dll.). Pada 
sistem yang lain, pelumas sebagai pelepas panas dari hasil gesekan atau 
kerja mekanik lainnya. 
Anti korosi - Baik dari hasil degradasi pelumas atau akibat kontaminasi 
hasil pembakaran, pelumas bisa bersifat asam dan menjadikan korosi pada 
logam. Adanya uap air dapat juga menyebabkan karat pada besi. Oleh 
sebab itu pelumas harus bisa menanggulangi efek-efek tersebut. 
Pembersih - Pelumas juga sebaiknya bisa mencegah terjadinya fouling 
serpihan-serpihan yang dihasilkan dari proses mekanis, dari hasil 
degradasi pelumas itu sendiri maupun dari hasil proses pembakaran. Apa 
yang disebut deposit adalah seperti karbon padat, varnish atau endapan. 
Ini dapat mengganggu pengoperasian alat. Kasus ekstrem adalah ring 
piston tidak bisa bergerak, dan aliran minyak tersumbat, hal ini bisa 
terjadi jika minyak pelumas tidak mampu mencegah hal ini. Pencegahan 
deposit dan juga dispersi kontaminan termasuk dalam kategori ini. 
Seal - Minyak pelumas seharusnya dapat juga menjadi seal antara piston 
dan silinder (piston ke ring dan ring ke dinding silinder). 
Untuk mendapatkan fungsi-fungsi tersebut di atas berdasarkan tinjauan 
ekonomi, pelumas haruslah mempunyai sifat-sifat tertentu sesuai dengan 
alat dimana pelumas itu digunakan. Perlu ada kesesuaian antara 
persyaratan-persyaratan yang saling bertentangan, beberapa batasan 
negatif terangkum sebagai berikut dibawah ini, pelumas tidak boleh: 
Mempunyai viskositas yang terlalu rendah. Hal ini akan memungkinkan 
kontak antara logam dengan logam menyebabkan terjadinya wear serta 
dapat meningkatkan lepasnya/hilangnya pelumas. 
Mempunyai viskositas yang terlalu tinggi. Hal ini akan meningkatkan 
tenaga dan, dalam kasus engine, dapat menyulitkan pada saat start. 
Mempunyai indeks viskositas yang terlalu rendah. Hal ini berarti bahwa 
lapisan film pelumas tidak terlalu tipis pada saat temperatur tinggi 
(atau tidak terlalu tebal pada saat temperatur rendah). 
Terlalu mudah menguap. Tingkat penguapan tinggi (high volatility) akan 
menyebabkan tingkat konsumsi pelumas naik akibat teruapkannya kandungan 
ringan dari pelumas tersebut. 
Berbusa saat digunakan. Jika berbusa, minyak akan kehilangan sifat 
pelumasannya, dan/atau berkurangnya minyak itu sendiri dari engine. 
Menjadi tidak stabil karena terhadap oksidasi ataupun reaksi kimia. 
Pelumas engine ditujukan untuk temperatur tinggi dan juga mencegah 
kontaminasi asam atau zat kimia lainnya. Minyak pelumas haruslah tahan 
terhadap hal ini agar pelumas tersebut tetap awet. 
Merusak komponen sistem emisi, coating ataupun seal. Unjuk kerja 
konverter katalis dapat terdegradasi oleh pelumas yang tidak stabil 
atau menggunakan additive yang tidak sesuai. Beberapa peralatan 
menggunakan cat atau coating dan kebanyakan mempunyai sifat sebagai 
seal. Bahan-bahan ini dapat terdegradasi secara serius oleh pelumas. 
Menghasilkan deposit dari residu. Jika minyak pelumas mengalami 
dekomposisi karena adanya logam yang padas (misalnya; ring dalam suatu 
zona). Kondisi seperti ini dapat menghasilkan produk-produk oksidasi 
yang berpolimerisasi membentuk lapisan kuning atau cokelat yang 
diketahui sebagai "varnish" atau "lacquer". Ini lama-lama akan 
bertambah terus dan kemudian terjadi karbonisasi sehingga menjadi 
Carbon padat. Deposit ini akan menggangu gerak pada bagian yang 
seharusnya bisa secara bebas gerakannnya (misal, ring piston). Selain 
tidak memproduksi deposit pada bagian yang bergerak engine, pelumas 
juga sebaiknya tidak menghasilkan deposit di ruang pembakaran. Ini 
mendorong terjadinya penyulutan awal (pre-ignition). 
Beracun atau bau tak sedap. Hal ini diperlukan untuk kenyamanan dan 
kesehatan pengguna. 
Sangat mahal. Hal ini sering menjadi kendala, bukan karena pelumas yang 
mahal tidakberguna dilihat dari sisi ekonomi pengoperasian engine, 
tetapi karena kompetisi antar penyalur, sehingga beban harga tetap akan 
terkena ke pengguna. 


Link yang relevan :
www.io.ppi-jepang.org/article.php?id=109
www.depkominfo.go.id/library/cap/hasilcari.jsp?method=similar&que ...
www.evalube.com/faq.php

Tidak ada komentar:

Posting Komentar